Selasa, 21 Oktober 2014

AKU LEBIH SUKA BELAJAR HAL YANG SULIT DARI PADA BELAJAR HOBI..... Loh Kok Bisa????



AKU LEBIH SUKA BELAJAR MATEMATIKA (SULIT) DIBANDING BELAJAR MUSIK (HOBI)



Judul yang aneh memang, tapi kita sering menemukan kasus seperti ini. Letak permasalahan sebenarnya adalah para pengajar baik itu dosen, guru, atau tentor. Kecendrungan sekarang yang terjadi di masyarakat adalah kesukaan atau rasa minat terhadap suatu pelajaran berbanding lurus dengan sikap dan sifat para pengajarnya. Kita kadang merasa belajar fisika itu lebih asik dan nyaman dengan pengajar yang baik, seru, perhatian, murah senyum, dibandingkan dengan seni yang mayoritas sebenarnya pelajaran yang diminati namun menjadi menjenuhkan ketika pengajarnya bersikap tegang, suka marah, dan sikap lainnya yang membosankan.


Untuk menjelaskan fenomena ini, mari kita kawinkan dengan teori belajar dari Pavlov. Namanya Classical Conditioning atau biasa disebut pengondisian klasik. Untuk menjelaskan teori ini, mari simak Pavlov bekerja. Ketika Pavlov membuka kaleng penutup makanan anjing dan  memberinya makanan, si anjing akan mengeluarkan aktivitas sekeresi asam perut dan salivasi sebagai respon, dan yang anehnya ketika penutup kaleng berbunyipun si anjing sudah memperlihatkan aktivitas sekresi dan salivasi ini. Ia melihat bahwa anjing tersebut tidak hanya merespon berdasarkan kebutuhan biologis (rasa lapar), tapi juga hasil dari proses belajar(bunyi penutup kaleng makanan) sebagaimana hal ini disebut pengondisian klasik. Pengondisian Klasik adalah tipe belajar dimana stimulus netral (seperti suara kaleng makanan) dapat memunculkan respon setelah dipasangkan dengan stimulus (seperti makanan) yang biasanya mengikuti respon tersebut.


Untuk mendemonstrasikan ini, Pavlov memasang sebuah tabung kelenjar ludah ke seekor anjing agar dapat dengan tepat mengukur salivasi yang terjadi pada anjing tersebut. Ia kemudian membunyikan sebuah bel (sebagai stimulus netral) dan memberikan daging(sebagai stimulus respon selevasi) beberapa detik setelahnya. Peristiwa ini di ulangi secara terus-menerus dengan hati-hati dan persen waktu pemberian daging setelah bel hampir sama. Pada awalnya anjing tersebut akan berliur ketika daging didatangkan, tetapi lama kelamaan anjing akan berliur ketika mendengar suara bel. Dan pada kenyataannya bahkan anjing terebut masih berliur ketika hanya mendengar bel.Ini berarti anjing tersebut telah secara klasik terkondisi untuk mengeluarkan air liur setelah mendengar suara bel.


DAGING – SALIVASI

BEL – DAGING – SALIVASI

BEL - SALIVASI


Begitupun pengajar terhadap muridnya. Ketika di awal pertemuan antara pelajar dan pengajar, kita secara tidak sadar akan membangun sebuah pemahaman dari proses belajar pengondisian klasik. Ketika pengajar berwajah murung datang dan dalam prosesnya kita melakukan sebuah kesalahan yang menyebabkan ia marah, makan konsep ini akan tertanam.


SALAH – MARAH – PELAJAR TEGANG

MUKA MURUNG – SALAH – MARAH – PELAJAR TEGANG

MUKA MURUNG – TEGANG

PENGAJAR MASUK – SEMUA TEGANG

Nah ketika semua pelajar sudah merasakan hal ini, maka pelajar akan menanamkan konsep ini kealam bawah sadarnya. Dari alam bawah sadar ini akan membentuk sebuah Mental Block berupa kesulitan menangkap, tegang, cemas, dan hal-hal lain yang pastinya membuat materi yang dibawakan menjadi susah dan tidak menyenangkan.


Lain halnya ketika pengajar menanamkan dari awal sikap dan sifat ramah, baik, pengertian, juga disiplin kepada pelajar. Maka pelajar akan membangun konsep menyenangkan di alam bawah sadar yang akan membuat pelajaran mudah dimengerti, suasana terasa bahagia, dan emosional lainnya yang positif.


Apa sih yang harus kita lakukan sekarang?

Kan tidak mungkin kita memberitahukan kepada guru, tentor, atau dosen bagaimana cara mengajar yang baik dan nyaman. Kita juga bisa memperhatikan sebuah realita, bahwa di institusi manapun kita akan selalu mendapatkan pengajar yang menyenangkan, dan tidak menyenangkan, entah ini sengaja dibuat, atau memang ini adalah hukum alam hahaha. Namun karena sudah mengetahui bagaimana proses penyebab rasa emotional kita terhadap pengajar, maka bangunlah dan tanamkan konsep baru dalam diri masing-masing bahwa ini hanyalah dinammika kehidupan yang membuat hidup dan belajar menjadi lebih dramatis dan seru. Lagipula pengajar-pengajar yang tidak menyenangkan biasanya membantu rasa malas kita menjadi sebuah keharusan yang dimana jika keharusan tersebut terus dilakukan akan menjadi kebiasaan dan pada akhirnya menjadi karakter kita untuk menghadapi dunia dan masalah lainnya.


Bagaimana dengan pengajar yang mencoba insaf dari hal yang membuat pelajar tidak menyenankan ? hahaha

Tenang, Pavlov juga menjelaskan bahwa ada namanya  Kepunahan dalam pengondisian klasik .Dimana kepunahan ini terjadi karena respon yang sebelumnya telah terkondisi menurun dalam hal frekuensi bahkan menghilang. Secara keseluruhan pemusnahan terjadi ketika stimulus terkondisi ditampilkan berulangkali tanpa stimulus tidak terkondisi.

Jadi bagi para pengajar, cobalah untuk membuat sikap dan sifat baru dalam proses belajar mengajar. Ini akan membantu proses anda member materi kepada pelajar agar lebih mudah ditangkap.




Kamis, 09 Oktober 2014

SURAT PERTAMAKU DARI REKTOR

9 OKTOBER 2014



SURAT PERTAMAKU DARI REKTOR





“Aku tidak boleh diam”. Itu janjiku 3minggu yang lalu. Info beasiswa ini disampaikan langsung pada upacara pembukaan Ospek oleh Rektor Unmer, Bpk Prof.Dr.Anwar Sanusi, SE.,M.Si di sela-sela sambutannya. Double Degree ini adalah salah satu beasiswa internal di Unmer. Beasiswa ini dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya anak-anak yang terpilih akan diberi pendidikan D-3 Bahasa Inggris secara gratis dan pastinya mendapatkan emblem titel sarjana diploma.

Tiap hari info itu kupegang dan kupertanyakan kepada dosen, dekan, staf, atau senior. Namun mereka mempunyai satu suara “kalo masalah itu saya tidak tahu persis” atau “tunggu saja pengumumannya”. Rasanya kurang puas mendapat jawaban itu semua, jawaban bermakna ngambang. Akhirnya beberapa hari kemudiansetelah jam kuliah selesai, kuberanikan diri pergi kegedung rektorat untuk mencari informasi. kebetulan siang itu Kak Firman sudah selesai dengan kepentingannya dikampus dan memutuskan menemaniku mencari info itu, ia adalah sosok makhluk hebat dari fakultas hukum.

Setelah berputar-putar digedung rektorat, kami bertemu dengan Kak Mail, president BEM Unmer dan mengarahkan kami ke bu Nunu. Kebetulan waktu itu Ibu Nunu lagi bersantai diruangannya. “infonya sudah dikirim keseluruh fakultas, ini dia list anak-anak yang terpilih” Ibu Nunu menjelaskan. Ada 114 anak yang terpilih dari seluruh fakultas angkatan 2014, dua belas diantaranya adalah anak psikologi, dan namaku tidak tertera disitu. Bahasa dan mimik ku kubuat sedikit memohon untuk diberi kebijakan, namun gagal. “coba kamu langsung datang ke gedung bahasa inggris, coba aja lobby disana sama yang mengurus langsung, siapa tahu dapat izin” kata terakhir dari Ibu Nunu.

Perjalananku kulanjut sendiri. Disetiap langkahku hatiku terus berdoa semoga bisa diberi kesempatan ini. Kutemui seorang dosen wanita, entah siapa namanya, namun dari bentuk meja, ruangan dan perilakunya sepertinya ia dekan. Aku memulai bercerita tentang niatku berkunjung disana. Ia lalu menyuruhku berbicara pada dosen lain yang mengurus bagian beasiswa itu. Kemudian kutemui seorang dosen laki-laki bertubuh kurus dengan senyumnya yang sedikit memudar akibat rasa capek siang itu. Aku mengulang ceritaku lagi, namun kali ini sedikit lebih dalam dengan bahasa tubuh yang kuolah untuk membantu. Suasana lalu cair akan keakraban kami. Pertanyaan-pertanyaan diluar tujuan mulai terlontar dari komunikasi dua arah kami yang di akhirnya terdapat solusi. Aku boleh ikut katanya, namun terdaftar sebagai pemohon di jalur mandiri. Aku juga tetap harus ikut tes toefl untuk melihat kepantasanku bergabung dengan anak-anak pilihan dengan nilai rapor plus nilai UN tertinggi di Unmer yang menyaring 114 nama menjadi 50 nama dan nantinya dibagi menjadi dua kelas. “siap, makasih banyak pak” aku dengan semangat menjawab.

Hari itu usahaku berhenti disitu. Kebijakan sudah kudapat, dan itu luarbiasa. Fikir ku saat itu selain mendapat ilmu banyak di lingkaran orang-orang hebat 2014, aku juga bisa mendapat titel lain selain dari perjuanganku di Psikologi. Aku sangat mengetahui ini akan berjalan tidak mudah, mengingat jam kuliah dari pagi sampai malam akan menguras tenaga, fikiran, semangat, dan juga uang saku. Belum lagi jadwal yang padat ini akan mempengaruhi gerakan-gerakan pengembangan diri yang lain seperti ber UKM, berorganisasi, berkomunitas, dll.

Besoknya aku mengikuti tes toefl dengan sedikit kendala. Pensil pijaman yang kugunakan selalu patah, padahal tes sudah berjalan. Rautan sudah bosan membantuku sejak dari tadi. Teman disekitar juga menggelengkan kepala ketika aku bertanya dengan niat meminjam pensil lagi. Bagian paling kacau adalah saat listening. Aku harus melingkari LJK dengan mata pensil yang panjangnya hanya sekitar 1cm. Saat itu aku berterima kasih kepada Tuhan telah memberiku pengalaman akan pentingnya kuku di jari-jari kusamku. Di bagian listening itu aku hanya mengisi sekitar 5nomor hasil dari pendengaranku, selebihnya hanyalah tangan Tuhan yang memberi insting di kepalaku akibat kaset yang tidak bisa menunggu lingkaran di LJK ku ter penuhi satu persatu. Ada rasa cemas disana saat itu. Namun harapan kecil itu tetap menopang dagu ku untuk melempar kebahagiaan.

Beberapa hari terlewatkan.

KEPADA : Yth Achmad Fauzi Hasyim (Psy)

Ada susunan surat resmi dan pasalnya yang agak ribet. Menimbang, mengingat, memutuskan, tembusan, dan tanda tangan rektor yang terlewatkan dari perhatianku di dua lembar pertama.

Di  lembar ke tiga, ternyata ada namaku pada list yang berhasil lolos tes toefl dan di pastikan berhak untuk menempuh pendidikan bahasa inggris di UNMER Malang. Senyum kecut mulai terhias di wajah.


Satu yang kuingat adalah Akhirnya aku bisa mengirimkan pesan singkat pertama berbumbu rasa senang kepada bapak dan mama di rumah selain hanya meminta uang.Semoga ini awal yang baik untuk kabar-kabar baik lainnya di hari-hari berikutnya. Makasih Tuhan, makasih UNMER.

Selasa, 07 Oktober 2014

SEPUCUK SURAT, UNTUK BUNGA

                                                                                                                                                                Malang, 8 Oktober 2014


Untuk BUNGA



Adakah sirat yang kau rasakan Bunga?Bahwa prosesku belajar dan beraktivitas disini sengaja kubuat padat untuk perlahan-lahan mengikis bayanganmu. Ini memang terasa sulit dan berat. Aku merasa kasihan melihat kita yang muda terus terbelenggu oleh arus lingkaran perasaan yang terpenjara, menyebabkan kita masing-masing banyak terhambat untuk belajar dan berkarya.

Apa bedanya ketika dahulu kita saling menjaga janji, dan kau ternyata tetap berhubungan dengannya? Dengan engkau  yang  sekarang datang tiba-tiba memelukku kembali pada pusaran arus ini ketika kau sumpahkan membuangku lalu menggantinya dengan yang lain? Menyanyikan pertanyaan basa basi tentang kabar,  seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara kita.

Media ini menambah simpul-simpul mati, mengikat rasionalku untuk tidak keluar dari rongga perasaan. Suara-suara merdu  yang kita rekam bersama, foto-foto abadi berbagai latar, juga surat kabar elektronik yang melampirkan kabar aktivitas harianmu.

Banggaku tetap terpampang manis didepan rasa semua ini,  ketika nasihat yang kusabdakan padamu kau imani untuk memberi warna nada pada jari-jari manismu sayang.

Rasa ketakutan akan konsep berpacaran dizaman ini sebenarnya telah meracuni ragaku.  Aku tidak bias menemuimu dan jalan bersama sana sini setiap saat, kadang lupa mengkramatkan tanggal tertentu,  tidak mampu membeli hadiah kecil di acara yang kita anggap sakral, mungkin harus terlihat sempurna di depan keluarga mu, ataukah tunduk pada perjanjian ketika yang satu menyatakan dan  yang satunya menerima.

Saat ini yang  harus kita tanamkan hanyalah saling menyemangati, saling belajar, saling menasehati,  saling memberi senyuman di saat jatuh, dan pastikan kita saling percaya. Semoga suatu saat nanti aku dengan yang  lain, kita bisa melukis konsep kita sendiri tanpa menerima kritik  yang  akan menjatuhkan kita kedepannya dari suara bising disekitar.

Aku mohon  pada mu Bunga… penuhilah dua syarat menderingkan handphoneku,  pertama beritahu kepada pasangan hidupmu sebagai izin kau ingin menghubungiku, dan kedua jangan biarkan ada harapan-harapan kecil dan pemicu rasa-rasa terselip di setiap komunikasi  yang  mulai kau bangun diantara kita. Ketika dua syarat dari perihal perjanjian ini terabaikan  MAKA BIARKAN AKU 
MENYELAMI DUNIA BARUKU DAN AMINKANLAH SETIAP DENYUT NAFASKU



MAAF KU TAK MENGINDAHKAN TULISANKU, BUKAN MAKSUD DARI KESEMPURNAAN FISIKMU, TAPI BENTUK KECIL DARI SOSOK KESEDERHANAANKU






(  M  I  K  I  )

Jumat, 03 Oktober 2014

DONOR DARAH

3 Oktober 2014



DONOR DARAH



Hari ini 3 oktober 2014, Pribadi ku mengakpresiasi penuh salah satu program enam bulanan yang dilakukan salah satu UKM UNMER, KSR (Korps Kesukarelawanan), dengan melakukan donor darah. Tak lupa KSR mengundang anggota PMI khususnya dari malang. Dengan adanya donor darah ini, setidaknya UNMER telah member sumbangsi terhadap kesehatan Indonesia, mengingat kebutuhan akan darah terus meningkat sedangkan persediaan yang sangat terbatas. Kegiatan ini dilakukan di gedung BM (Balai Merdeka)


Beberapa manfaat orang yang mendonorkan darahnya ialah, melancarkan peredaran darah, membuat badan sehat berisi. Walaupun mereka yang ingin mendonorkan darahnya harus memenuhi berbagai persyaratan seperti minimal timbangan 50kg, tidak boleh begadang sehari sebelumnya, mempunyai Hemoglobin normal atau tidak diperkenankan bagi mereka yang mempunyai tekanan darah rendah ataupun tinggi, bagi wanita minimal seminggu setelah haid, tidak pernah menderita penyakit-penyakit serius sepereti HIV, MALARIA, dll. Namun biasanya timbul efek samping setelah melakukan donor darah yaitu rasa pusing. Karena itu bagi para teman-teman yang baru saja mendonorkan darahnya untuk tidak melakukan aktifitas berat dalam hari pendonoran.


Untuk satu pendonor, akan menyumbang sekitar 350gr darahnya kemudian di simpan pada kantong darah dengan label golongan darah masing-masing. Di kegiatan ini, pendonor diberikan konsumsi berupa susu, roti, dan kapsul penambah darah.


Walaupun kegiatan ini berlangsung di wilayah kampus UNMER, namun tetap diperuntukkan untuk umum. Kegiatan ini tidak di padati banyak orang, hanya sekitar 50orang pendonor katanya, dan dihadiri sekitar 15 panitia. Kegiatan ini berlangsung dari jam 8 sampai jam 2siang. Aku juga dapat bocoran informasi dari teman sekelas yang kebetulan ikut menjadi panitia, Fina dan Tyas, yang mengatakan “dananya didapat dari pusat (rektorat)”. “Dana yang dihabiskan juga tidak banyak hanya sekitar 200rb yang brtitik berat untuk konsumsi peserta dan panitia.” Peminat KSR tahun ini ada 12 maba yang akan meneruskan estafet perjuangan simpati sebagai relawan.



Aku sebenarnya sedikit sedih karena tidak bisa ikut berpartisipasi sebagai pendonor, dikarenakan sudah dua minggu ini virus pilek dan batuk ,terusan dari teman kontrakan menghalangi. Ditakutkan itu akan membuat Hemoglobin ku tidak stabil. Padahal jika aku ikut mendonor, berarti ini adalah donor darah pertama kaliku. Belum lagi aku juga pernah janji sama seseorang untukmelakukan donor darah. memang semua pakar kesehatan  mengatakan mendonor darah secara rutin bermanfaat untuk kesehatan jangka panjang.

Jumat, 26 September 2014

Selebaran Jumatan


Selebaran Jumatan, 26 september 2014
MALANG


SULUK, SHOLAT, DAN SHODAQOH
(KH.HARUN ISMAIL – BLITAR)



Dalam selebaran kali ini, bpk.Harun lebih banyak menceritakan keutamaan-keutamaan shalat. Dimana shalat yang dibahas tidak hanya fardu, namun ada pula sholat-sholat sunnah.
Beberapa bahasan-bahasan penting untuk diketahui, yakni :
-          Dalam arti bahasa, Mal adalah harta karun/uang karena harta/uang itu adalah sesuatu yang sangat dekat dan mencondongkn hati kita

-          Barang siapa mampu berdzikir setiap habis melakukan sholat fardhu maka orang tersebut telah dinilai menjadi orang yang mampu melaksanakan hak-hak/tuntutan dzikir
-          Dzikir yang sempurna itu adalah dzikir yang dilakukan setiap habis melaksanakan sholat Fardhu, entah itu dzikir panjang ataupun dzikir pendek

-          Dalam suatu aya dijelaskan yang artinya “takkala setelah menyelesaikan sholat fardhu maka berdzikirlah kepada Allah SWT, dengan berdiri, duduk, tidur miring”. Ayat ini diturunkan bergandengan ketika Rosululloh SAW perang dalam keadaan gawat, genting dan tidak aman yaitu sholat dalam perang.

-          Kesempurnaan sholat fardhu dibantu dengan sholat rowatib. Sholat rowatib adalah pelengkap sholat fardhu, manakala sholat fardhu ada kekurangannya maka sholat rowatib sebagai pelengkapnya.
-          Sholat rowatib yang muakkad berjumlah 12rakaat. Menurut hadist Imam Ibnu Hibban dijelaskan bahwa sholat rowatib muakkad yaitu 4 rakaat sesudah dan 2rakaat setelah shalat duhur, 2rakaat setelah magrib, 2rakaat setelah isya, dan 2rakaat sebelum subuh

Sedangkan menurut hadist Imam Ibnu Huzaimah dijelaskan bahwa sholat rowatib yaitu 2rakaat sebelum dan sesudah duhur, 2rakaat sesudah ashar, 2rakaat setelah magrib, 2rakaat setelah isya, dan 2rakaat sebelum subuh.

-          Syeikh Ibnul Mubarok berkata bahwa barang siapa rajin bersedekah walaupun hanya satu dirham tetapi setiap jum’at, maka sesungguhnya orang tersebut telah dinilai mampu melaksanakan hak-hak dan tuntutan sedekah. Atau sedekahnya telah sempurna.
-          Sedekah yang sempurna itu tidak harus dengan jumlah yang besar dan banyak, tetapi disalurkan setiap hari jum’at, disertai dengan kemampuan dan kemauan serta mengingat untuk membawa uang.
-          Sedekah di hari jumat seakan-akan bersedekah setiap hari setelah jum’at itu hingga datang jum’at berikutnya.

Jadi yang bisa saya simpulkan pada selebaran jum’at ini  ialah yang pertama kita sebaiknya melakukan solat rawatib untuk menyempurnakan shalat fardu, namun tidak melakukan bahwa shalat fardu adalah yang utama. Yang kedua mari kita melakukan sedekah. Dalam selebaran ini, sedekah diperuntukkan dilakukan hari jum’at, namun jika di hari lain kita merasa perlu melakukan sedekah maka lakukanlah. Mari kita melakukan sedekah ini secara rutin walaupun seribu rupiah jika saat itu memang kondisi tidak memungkinkan. Banyak buku yang membahas mengenai manfaat dari sedekah bahkan dengan sedekah ini akan memicu sebuah keajaiban-keajaiban yang pasti datangnya dari ALLAH SWT.






Rabu, 24 September 2014

Kampung Cempluk Festival



Kampung Cempluk Festival


Sebenarnya sudah berlangsung tiga hari yang lalu, namun kesempatan menyaksikan semuanya baru kemarin, tanggal 23 September 2014, hari selasa dan hari ini, rabu. Adalah "KAMPUNG CEMPLUK FESTIFAL" (KCF) bertempat di dusun Sumberdjo Kalisongo Dau, kab.Malang. Sebuah festival yang sepenuhnya mengangkat tema seni dan budaya, sebuah pengalaman baru yang luarbiasa. Festival ini di selenggarakan selama seminggu, dimulai sekitar pukul 7 malam hingga 11 malam. Aku memang belum pernah sebelumnya menyaksikan acara seperti ini. Sangat salut dengan antusiasme masyarakat yang terlihat dari partisipasi mereka seperti jual jajanan, mainan tradisional, pernak-pernik, pakaian, wahana hiburan, dan setidaknya mereka yang tidak membuat aktifitas berjualan, mematikan lampu teras yang menambah suasana festival menjadi lebih menyenangkan.

Mataku banyak dimajakan oleh wajah dan suara warga asli yang begitu gembira. Ada tiga panggung utama yang dibuat, dan masing-masing mempunyai jadwal dan susunan acara yang rapi. Ada penampilan musik, teater, puisi, tarian, dan yang jelasnya mereka menampilkan sesuatu yang unik dari masing-masing bidang mereka.

Tidak hanya warga asli, dan perantau seperti saya yang turut andil meramaikan festival yang rutin diadakan setahun sekali ini, ada juga warga manca negara seperti Gilles Saissi, seorang musisi kontemporer berasal dari Francis, ada pula Paulo Rossi seorang pemain saxophone dan juga mampu memainkan alat musik dayak berupa Sape. tak kalah band yang berpersonilkan musisi-musisi senior yang datang dari berbagai daerah di Jawa, adalah Blue Grass. Mereka banyak memainkan lagu dengan aliran country.

Aku banyak menemukan teman baru disini. bagaimana tidak, disini banyak dihadiri juga oleh kelompok-kelompok dan komunitas seperti komunitas GuitarFinger Style, band-band, komunitas tater, sastrawan, mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus di Malang raya, dan masih banyak lagi orang-orang hebat yang tidak mungkin kusebutkan satu-satu yang kutemui disana. Mereka tampil disana tanpa bayaran. Hanya atas nama silaturahmi, menghibur, beraksi, dan melestarikan budaya yang mereka pegang. Walaupun demikian, permainan mereka sangat berkualitas, hebat,  keren, dan unik.

Aku bisa membayangkan jika festival seperti ini bisa dilakukan di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ini adalah salah satu gebrakan yang luarbiasa, Dengan festival seperti ini, selain sebagai hiburan masyarakat, juga sebagai wadah bagi masyarakat, terutama kaum muda untuk melampiaskan hasratnya dalam berseni. Pelestarian budaya juga sangat mudah dilakukan dengan acara seperti ini baik itu makanan tradisional, pakaian, mainan, dan apapun itu.

Sebuah semangat baru, pengalaman baru, ilmu baru, dan teman baru bisa bermain di Kampung Cempluk tahun ke lima ini. Salut dengan Malang dan Kampung Cempluk

Kalian HEBAT





Senin, 01 September 2014

PERTANDA TUHAN

1 september 2014


PERTANDA TUHAN


“Perjalanan Panjang”, kata hatiku. Seperti baru terbangun dari sebuah mimpi. Egoisku terus mencari makna perjalanan panjangku yang akhirnya kuketahui takdirnya. Seolah semua usahaku  berpendidikan hanya untuk lebih berdewasa lagi di umur ini. Tulisan ini menjadi temanku bila suatu saat semangatku mulai memudar.

Tujuh kali kegagalanku dalam mengikuti berbagai tes perguruan tinggi, namun akhirnya diterima disalah satu kampus tertua di Malang, Univeritas Merdeka. Seperti Tuhan berkata “dimanapun kamu berusaha, bangku yang terbaik sudah kupersiapkan di UNMER”. Semua bukan tanpa sebab aku berkata demikian, mengingat kedua orang tuaku, bapak dan mama, setiap kukirimkan sms sebelum ujian mereka tidak mengatakan “semoga lulus nak” tapi mereka selalu membalas “semoga diberikan yang terbaik”. Walaupun UNMER bukanlah salah satu kampus favorit ataupun negeri, namun pertanda-pertanda yang diberikan Tuhan begitu jelas. Entah itu hanya buah persepsi fikiran positif atau itu betul-betul pertanda Tuhan yang sangat jelas.

Awalnya kedatanganku ke Malang berniat memasuki Universitas Muhammadiyah, karena selain akreditas kampus tahun lalu, 2013, sudah menjadi “A”, jurusan psikologinya pun berlevel sama. Ini usaha keduaku seleksi di kampus Muhammadiyah yang akrab disebut UMM yang sebelumnya pada gelombang kedua aku gagal.

Perjalanan kemarin memberi pelajaran berarti bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi 100% dari keinginan kita yang  terjadi. Akhirnya kuputuskanmengikuti seleksi terakhir di UNMER sebagai cadangan ketika aku tidak lolos nantinya di UMM. Janji manis dan kepastian membanjiri telingaku dari kakak-kakak yang sudah lebih dahulu berpendidikan di Malang, mengisyaratkan sebuah kepastian  akan kelulusanku di UMM.

25 Agustus 2014, the last apportunity seleksi di UMM, sebuah mitos angka keberuntunganku. Tanpa tegang, tanpa resah, semua berjalan biasa saja. 100 soal terselesaikan semua tepat pada waktunya. Walaupun hanya sekitar 52 soal yang kuyakini kebenarannya, 25 sedikit ragu, dan 23 lainnya hanya menebak. Lagian pikirku saat itu salahpun tidak menyebabkan nilai mines, jadi kuputuskan mengisi semuanya. Teman seperjuanganku Seno, Nandar, dan Agung have done their best, so do I.

Ketika subuh setelah tes itu, Nandar membangunkan kami dengan wajah murung. “kita tidak lolos”, katanya. Bangunku dipaksa segar oleh informasi basi yang selalu menghantuiku tahun ini. Dan kesempatan belajar di UMM telah gagal.

Pikiranku sedikit relax atau dipaksa relax untuk ujian selanjutnya di UNMER. Paginya aku bergegas dari asrama. Suasana sekitar kampus masih terlihat sepi. “padahal hari ini ada ujian seleksi” dalam hatiku sedikit risau. Beberapa motor terlihat terparkir didepan gedung fakultas teknik, “pak, lokasi ujian untuk mahasiswa baru dimana?” kutanya tukang parkir yang sibuk mengatur motor. “mas pilih jurusan apa?” dia bertanya balik, “aku ambil psikologi doang mas” jawabku “oh tiap tahun kalo maba pasti tesnya di gedung masing-masing sesuai pilihan jurusan mas” ia menerangkan. Tanyaku tak henti sampai disitu. Pedagang nasi pecel, kios-kios rokok juga menyampaikan jawaban yang sama. Padahal aku sudah mengunjungi gedung psikologi dan masih terlihat sepi. Pertanyaan yang sama juga diyakinkan oleh salah satu senior yang kujumpai di gedung UKM yang kebetulan bersebelahan dengan gedung psikologi.Akhirnya kuputuskan menunggu didepan pohon bergambar lambang psikologi universal sekitar area parkir fakultas psikologi.

 Satu jam berlalu dan suasana tetap sama. Jam tangan sudah menunjukkan pukul 9 yang artinya soal sudah bisa dikerjakan pada jadwal ujian. Aku baru tersadar kenapa tidak mencari informasi ke gedung PMB. Satpamnya terlihat tergesah-gesah menyuruhku melihat papan pengumuman berisikan lokasi ujian yang ternyata hanya memakai tiga gedung yaitu fakultas hukum, fakultas fisip, dan fakultas teknik. Saat kuperiksa, namaku tidak ada diantara ribuan peserta ujian. Seorang dosen lalu menghampiriku karena melihat raut wajahku mulai gelisah dikarenan waktu terus berlalu. Ia membantu mencari namaku dan hasilnya tetap sama. Dipanggilnya tiba-tiba dosen lain yang kemudian memanduku menuju sebuah ruangan, mirip ruangan pribadi dosen. Sebuah ruangan yang sangat nyaman dan tentunya ber-AC. “kamu ujian lewat computer ya, ceritanya kamu orang spesial ikut ujian disini” kata dosen itu. Wajahku hanya mengangguk masih kebingungan.
80 nomor akhirnya terselesaikan sekitar 60menit. Aku disuruh menunggu sepuluh menit, untuk ia memproses hasil ujianku. Tiba-tiba aku diberi selamat, nilaiku 8,7 dari standar 7 sebagai syarat kelulusan. Aku masih belum percaya rasanya. Aku menengok keluar gedung teknik, tempat lokasi ujian, dan masih sepi oleh keseriusan peserta lainnya mengerjakan soal. Padahal mereka memulai terlebih dahulu mengerjakan soal ujian, mencari kelas, mencari bangku sesuai nomor peserta. Sementara aku duduk santai diruang ber-AC dan langsung diberi pengumuman bahwa aku lulus, sementara mereka harus menunggu esok pagi pengumuman kelulusan ditambah ribetnya mengerjakan soal 100nomor dengan batas lingkaran juga 100 untuk pensil pada LJK.
Tak lupa aku juga dijelaskan mengenai UNMER lebih jauh, fakultas psikologi, dan apa saja yang harus aku siapkan ketika daftar ulang nantinya. Seperti sebuah praktek nepotisme aku jadi anak rector yang dispesialkan, padahal ini semua hanya keberuntunganku belaka.


Saat pendaftaran ulang beberapa hari kemudian, aku memutuskan datang di hari terakhir dan jam lebih siang dengan maksud tidak mengantri lagi dengan maba yang lainnya. Dan sesuai rencana, pendaftaran ulangku berjalan mulus tanpa hambatan dan kesulitan. Aku mencoba melihat dipapan pengumuman nama-nama peserta ujian yang berhasil lolos ujian seleksi. “ Oca pasti tidak ada lagi namaku ini di pengumuman kelulusan, sama waktu hari tes” kataku ke Oca, yang memang saat itu Oca setia menemaniku melakukan daftar ulang. Dan ternyata saat ku perhatikan papan pengumuman, namaku ada dua. Walaupun mungkin staff yang mengetiknya bisa saja salah, tetapi aku meyakinkan saja ini adalah rangkaian pertanda Tuhan berikutnya yang diberikan padaku. 




























 
biz.