Minggu, 16 Agustus 2015

Tao Pingpong


Sekilas nampak terbesit sebuah kecemburuan ketika mengamati mereka yang merasakan benturan hidup pada titik ektrim. Keos hidup pada kenyataannya sudah menjadi hukum kehidupan yang masih dianggap hal yang harus dihindari, padahal cobaan itu sendiri bak bola pingpong yang di lemparkan pada dinding, semakin keras benturan maka semakin jauh lontaran bola itu. Maka berbahagialah kalian dengan pelajaran mendalam dalam gua kenestapaan. Hukum itu akan tetap berlaku. Nantikanlah hal hal besar akan menghampiri.

Aku berterima kasih pada Tuhan yang telah mempertemukanku dengan perempuan indah dan baik. Aku tidak sedikitpun menyangka akan mendapat pandangan-pandangan yang sebelumnya tak terlihat ketika kudapati diriku terlalu jauh mencintai dengan membawa beban ilusi dan kenanganmu hingga jauh, mendalam, menderita. Kisah singkat mu begitu berkesan. Aku tak mampu mengungkapkan terima kasih padamu yang telah menenggelamkan aku kedalam samudra kebencian hingga aku mampu melihat indah dan sejuk kehidupan bawah laut. Aku sangat bersyukur pernah memendam kenangan pahit dan terjebak pada jurang kegelapan yang kau gali untuk membantuku menyadari betapa pentingnya ketenangan pada ruang sunyi. Sadarku pada suatu malam mengetuk, memperlihatkan betapa bodohku untuk terlalu jauh memaknai semua. Memaksakan api keruntuhan moral mengusik pada diam tersunyi. Satu perempuan kawin dengan pemikiran dan rasa berlebihan melahirkan sejuta warna.

Perlahan rasaku mulai tersenyum. Malaikat itu berbisik sebuah rahasia kecil. Lihatlah betapa baiknya Tuhan-Tuhan kebaikan bermunculan. Pemberian indra, perasaan, dan nalar memberi kemampuan kita melihat sesuatu secara utuh menyeluruh sebagai kebutuhan hakiki manusia untuk bersandar pada kekuatan besar. Kesombongan struktur, umat, dan teritorial lah yang membentuk palu besar mulai menghantam kemurnian. Terlalu angkuh dihadapan raksasa kebenaran, padahal sebagian besar ia terlahir dari empirik.

Cinta kebebasan mulai menghiasi. Daun-daun mulai saling menyapa. Perjalanan ini adalah pertarungan melawan diri sendiri. Gerbang cahaya akan muncul pada niat, spirit, dan kecintaannya. Berperspektif satu arah adalah penjara sebenarnya. Judi hidup harus tetap dimainkan dengan melawan hukum arus hingga menjadi kreatif di pijakan anak tangga yang berujung pada tindakan penuh makna. Kita tak akan mampu memecahkan kekeliruan refleks selain menjadi dinamika.

Lihatlah bintang dan bulan malam hari, matahari pada senja, sejuk senyum sapa, kasih keluarga, indah perempuan, teman penuh warna ,bapak budayawan pengayom, pengetahuan sang jembatan, dan cinta Tuhan
Demi masa,

Trima kasih untuk semuanya

Jumat, 07 Agustus 2015

INDONESIA DI ANCAM BOM NUKLIR

7.8.15




Telepon satelit kepada peresiden terus berdering, memaksa desakan keputusan secepatnya dari berbagai bidang. Terutama TNI. Sudah seminggu belakangan ini kita mengalami ketegangan dengan Amerika akibat serangan besar-besaran warga papua terhadap PT.Freeport yang sudah berpuluh-puluh tahun mengerok Indonesia. Belum lagi warga lain diseluruh penjuru Indonesia ikut turun aksi menolak perusahaan asing yang secara tidak langsung menjajah. Kebijakan Ekonomi bebas betul-betul meprosotkan Indonesia keliang kemiskinan. Pengangguran melonjak tinggi. Berita utama di TV dan surat kabar hanyalah tentang peberontakan.

10 tahun sebelumnya

Sebuah kelompok super rahasia membicarakan hal super rahasia. Mereka adalah lingkaran orang super cerdas yang berada di Indonesia. Mereka membuat ruang pertemuan kokoh, indah, dan maju di sebuah wilayah bawah tanah pada salah satu hutan di Kalimantan yang pastinya sangat rahasia. Mereka bertemu setahun sekali selama sebulan membicarakan masa depan Indonesia. Ada dokter ahli seluruh penyakit baik hewan manusia dan bahkan tanaman. Ahli biologi, ahli fisika, matematika, geologi, filsuf, sipil, elektro, computer jaringan, petani, pelukis, pemusik dan ahli-ahli bidang lain yang mampu melakukan sama baiknya di bidang berbeda sekaligus.

Salah satu pertanyaan akhir di ajukan dalan pertemuan besar mereka adalah "Jadi apa yang harus dilakukan Indonesia? Mengingat permasalahan di Indonesia kian hari kian menjadi jadi dan bertambah banyak".

10 tahun kemudian,

Pihak PBB kini hanyalah boneka yang digerakkan oleh Amerika. Kekuatan Indonesia dan Negara pendukung hanyalah sampah busuk yang dihiraukan. Tidak ada jalan lain selain memaksa presiden Indonesia mengambil kebijakan wajib militer. Kekacauan kini melanda dalam dan luar negeri. Pertemuan tertutup pejabat kenegaraan dilakukan. Seluruh petinggi di TNI, Polri, dan juru ahli serta penasehat presiden membuat rencana. Dua hari yang lalu dunia di hebohkan dengan ancaman bom nuklir oleh pihak Amerika jika Indonesia tidak cepat memulihkan seluruh warga melawan perusahaan asing terutama dari Amerika.

1tahun sebelumnya

Lingkaran tim para gen gen cerdas mulai mempersiapkan sebuah ruang besar bawah tanah anti bom nuklir. Hanya butuh waktu satu tahun untuk mereka menyebarkan isu sehingga nantinya masyarakat menjadi kacau. Mereka hanya menyisakan diri mereka serta anak anak terpilih dari berbagai pulau diseluruh Indonesia. Kesimpulan pertanyaan tadi adalah “karena KKN dan keserakahan sudah mendarah daging, hanyalah Bom Atom yang mampu mematahkan generasi baru untuk bersih dan dapat membangun Indonesia menjadi lebih baik. Demi cita-cita masa depan itu, mereka menkonsep semuanya. Belajar dari pengalaman tahun 1945, Negara Jepang.

Ancaman itu betul nyata. Pesawat tempur berjumlah puluhan memenuhi atap Indonesia raya. Bom diluncurkan dan semua mati termasuk saya dan keluarga. Hanyalah orang terpilih dengan kekuatan fisik, mental serta kecerdasan yang membaja dapat bertahan dalam terowongan rahasia. Benar rencana tim rahasia bahwa umat manusia tidak akan menggunakan nulir sebagai penyelesaian. karena akan berdampak pada bumi.  Amerika masih menggunakan atom dengan daya ledak 10kali dibanding kota Hirosima.

100 tahun kemudian

Rapat PBB hanyalah boneka bagi Negara Indonesia. Suara Negara lain hanyalah sampah busuk yang tidak didengarkan. Indonesia mendapat ratusan penghargaan di berbagai bidang. Separkbola, beladiri, Negara teraman, Negara terbersih, Negara terhijau, Negara teraman, dan penghargaan lain.


5tahun kemudian

Jauh disana, Negara Zimbabwe membentuk lingkaran dengan gen-gen cerdas. Dalam sebuah terowongan bawah tanah super megah dan super kokoh. Salah satu dari mereka bertanya “Jadi apa yang harus dilakukan Zimbabwe? Mengingat permasalahan kemiskinan kian hari kian menjadi jadi dan bertambah banyak"

KIAMAT



FIKSI :)

MUSE THEORY 1 : GEN KESEDIHAN

5.8.15



Hari apapun rasanya selalu berakhir menyedihkan, entah apa alasannya mungkin Aku sudah terlahirkan dengan gen-gen kesedihan. Semua dapat kurubah menjadi sebuah kesedihan, Pun kebaahagiaan. Ini kusadari berlangsung normal. Jika Tuhan yg menciptakan malaikat untuk beribadah, saya pastilah kaum yang diberi mandat untuk membagi dan menceritakan kesedihan kepada umat manusia lain agar kebahaagiaan mereka mampu disyukuri lebih.



Dalam sebuah renungan kosong, kudapati jiwaku sperti ruangan besar gelap dengan beberapa skat, dimana masing masing skat terdapat lampu yang mampu meredup ataupun menyala terang sesuai apa yang dialami sang Aku.

Skat yang pertama adalah KEKARIBAN- ialah makhluk apa saja yang mampu menjadikan Aku berada, bereksistensi, mendapat pengakuan, tempat kembali, dan segala macam singgungan indrawi. Kekariban pada umumnya mampu hadir dengan manusia lain baik itu keluarga, sahabat, teman, pacar, istri/suami, dll. Tak perduli berapa banyak jumlah keakraban yang dijalin, namun yg pasti untuk dapat menyinari ruang jiwa pada skat ini, setidaknya ada satu yang mampu menusuk kekosongan mendalam wilayah jiwa ini. Indra bukanlah agen penentu siapa yang bisa dijadikannya pemicu cahaya, namun dengan jalan indra, jiwa mampu memilih suatu yang tepat untuk menyalakaan dirinya. Sikap empati dan sosial terbentuk dari keterangan skat ini. Kekariban tak lepas pula pada teori perkembangan. Dimana setiap fase pada akhirnya memerlukan kekariban yang berbeda.
           
Skat kedua adalah PENGHARAPAN-ialah wilayah tempat bergantungnya motivasi perilaku. Untuk menyalakan lampu jiwa ini, dibutuhkan gantungan pengharapan pada apa saja yang mampu memberi Aku harapan. Ia bersifat universal. Pengharapan terbagi dua yaitu pengharapan kecil dan besar. Pengharapan kecil adalah anak.anak tangga kecil yang membuat Aku dan jiwanyaa tetap melangkah maju. Pengharapan besar mampu di ibaratkan sebagai pengharaapan terakhir yaitu Ketuhanan.

Skat ketiga adalah MEMPERASAKAN-ialah gudang rasa yang harus dirasakan oleh jiwa dan indra. Ia adalah dualisme rasa. Baik sedih bahagia, susah mudah, berhasil gagal, naik turun, manis pahit dan masih bnyak rasa fisikli dan jiwa. Semakin banyak rasa yang pernaah terasa dengan dualisme nya maka semakin terang jiwa pada skat ini.

Aku sebaiknya memberi pemicu cahaya pada skat di setiap wilayah jiwa. Semuanya bisa di bantu dengan pengembangan dan penyempurnaan dengan adanya teori psikososial oleh Eric Erikson dan tingkat kebutuhan oleh Maslow.


Ketika Aku belum bisa menerangkan atau bahkan menyalakan ruang jiwa, bahkan pada salah satu skat jiwa. Maka Aku akan selalu merasakan ada kejanggalan yang sulit dijelaskan. Dengan demikian perlahan mulai kuketahui bahwa Kesedihanku menunjukkan jalan dengan menyalakan sekaligus beberapa skat jiwa

Kamis, 14 Mei 2015

JANGAN LUPA SENYUM


 Pagi itu berlalu begitu saja. Hari-hari berjalan cepat membosankan. Apa bedanya hari kemarin sama hari ini? Hambar. Jam perkuliahan terakhir dipaksa berhenti oleh kesibukan dosen yang katanya mau mengurus sesuatu lebih penting daripada mengajar dikelas. Padahal pembahasan mengenai Fase Kelahiran mulai menarik hati, membayangkan diri ketika suatu saat punya istri cantik beraut kesakitan karena kontraksi bayi di perutnya.

Kuayun malas kedua kaki sambil mencari sela kendaraan untuk menyebrang. Kedua tangan siap merapikan rambut yang selalu jatuh lemas dan menutupi mata. Menyusuri jalanan kecil batako samping gedung pusat yang hanya bisa dilewati satu pejalan kaki. Kadang saya mengalah pada dosen lain ketika mereka jalan bersebrangan di jalan yang sama.

Matahari menyengat, menembus dua lapis bajuku. Terasa tas kecil yang tergantung di pundak kiri mulai memberat. Tiba-tiba sebuah mobil sedan gelap lewat lambat sebelah kiri. Kaca mobil terbuka dengan cepat. Ada suara akrab bak sahabat mendengung “Uci……!!” . Kepalaku mengayun mencari sumber suara dengan tangan kanan mengayungk rambut ke atas karena jalan tunduk meresapi panas siang itu. “udah selesai kuliah?” katanya. “Iya pak” jawabku super singkat. “ohh…Ok Uci” responnya sambil melambaikan tangan kanan keluar kepadaku menandakan mobilnya akan melaju lebih cepat meninggalkanku. “hati-hati pak” dengan nada sedikit naik karena jarak mulai menjauh. Tangannya mulai mengepal sambil mengacungkan jempolnya, seolah berkata “OK”. Senyumnya tak pernah berhenti memberi cahaya dijiwa. Baru kudapati senyum tulus seperti itu sejak bangun lemahku di pagi buta.

Memang agak lebay. Namun saya merasakan betul ada sebuah kerendah hatian seorang dosen. Mungkin bagi orang dengan lingkungan penuh senyum, itu tidak berarti apa-apa. Namun posisiku dengan lingkungan monoton merasakan kenyamanan berarti. Ini sama saja dengan kita jika  tiap hari makan pizza misalnya akan biasa saja  dibanding jika keseharian kita makan tempe tahu dan tiba-tiba dapat makanan seperti pizza. Tidakkah itu member  kenyamanan lebih yang luarbiasa?

Namanya Drs. Wahyu Widodo, S.Psi, M.Ag , yang akrab di sapa pak Wahyu. Ia mengajar sosiologi dan filsafat manusia di F.Psikologi Univ Merdeka Malang. Ia orang yang santun dan terlihat bijaksana. Saya hanya tidak menyhangka ia mau menyapa saya di tengah jalan dan bertanya basa basi plus senyuman tulus kepada ku. Sebelumnya tak pernah kujumpai dosen sedermawan dia.

Makasih pak, dari kejadian singkat itu saya belajar banyak bahwa ternyata sapaan dan senyum dengan hati yang tulus bisa memberi kesan menakjubkan jika dilakukan kepada siapa saja tanpa mengenal usia, jabatan, gender dan lainnya.

Jangan bandingkan dengan kalian yang sudah sering mendapat sapaan tulus dari orang lain apalagi dosen. Jiwaku disini tidak. Makanya momen ini kutulis dengan harapan rasa ini tersampaikan bahwa “senyum dan sapaan itu tidak hanya sekedar ibadah” lebih dari itu. Hariku saat itu berubah senyum dan sapa mulai kulontar kepada bapak yang jaga parkiran, bapak tukang kebun, ibu yang jualan, ibu pembantu sebelah rumah, bapak penjual bakso, teman-teman, dan orang lain yang kutemui.


Juga perempuan cantik disana. Jangan lupa BAHAGIA, jangan lupa SENYUM  

Minggu, 26 April 2015

“Y” GENERATION BERTERIMA KASIH UNTUK INOVASI JAAP DAN HAYES


TEMA : Fire

Dimulai sejak 495-435 SM tahun sebelum Yesus dilahirkan. Empedokles, seorang filsuf dari Yunani, berpendapat bahwa terdapat satu prinsip dasar yang mempersatukan alam semesta yang  tidak tunggal, melainkan empat anasir atau zat. Empat anasir tersebut adalah air, tanah, api, dan udara.  Keempat anasir tersebut dapat dijumpai di seluruh alam semesta dan memiiki sifat-sifat yang saling berlawanan. Empedokles berpendapat bahwa semua anasir memiliki kuantitas yang persis sama. Anasir tersebut tidak akan berubah, seperti, tanah tidak dapat menjadi air. Akan tetapi, semua benda yang ada di alam semesta terdiri dari keempat anasir tersebut, walaupun dalam komposisi yang berbeda.

Mulai dari situ mucullah nama seperti Hippocrates, bapak kedokteran,  yang terpegaruh oleh pemikiran Empedokles. Teori Hippo yang terkenal adalah membagi manusia berdasarkan kadar cairan ditubuhnya menjadi 4 yaitu Sanguine, Melankolik, Kholerik, dan Phlegmatik.
Inovasi-inovasi yang dilakukan manusia pun tak lepas dari keempat elemen dibumi ini. Semua keinginan, kebutuhan, dan harapan manusia berasal dari bumi. Hal ini lumrah, karena kitapun sebagai manusia terbuat dari unsur yang sama dari alam semesta. Belanda adalah salah satu contoh negara yang cukup sukses berinovasi degan memanfaatkan semaksimal mungkin ke empat elemen kehidupan ini.

Memang benar adanya bahwa Belanda bukanlah Negara terbaik di dunia jika disandingkan dengan nama-nama negara besar lainnya di berbagai riset, baik dari segi strukrural, ekonomi dan bisnis dan lainnya ataupun dalam konsep penilaian negara secara keseluruhan. Namun adalah suatu fakta bahwa belanda menyimpan sebuah energi kekhasan yang membuatnya begitu dirindukan, begitu dibanggakan, begitu diistimewakan bahkan untuk pribadi yang tak pernah menginjakkan kaki di negeri bunga tulip nan indah yang pernah  meraih status sebagai negara "Paling Bahagia" menurut hasil yang diumumkan oleh OECD pada bulan Mei 2011 ini.


 Sumber : http://wallpaperswa.com/Nature/flowers/nature_flowers_photography_tulips_holland_the_netherlands_1920x1200_wallpaper_12764


Belanda adalah salah satu negara terpadat di dunia. Belanda juga terkenal akan tanggul, kincir angin, terompa kayu, tulip, dan masyarakatnya yang terbuka, dan liberal dengan Sumber Daya Manusia yang kreatif. Kreatifitas ini membuat masyarakat Belanda banyak melakukan inovasi-inovasi dengan temuan yang penting, baik untuk negaranya maupun bermanfaat untuk kemajuan umat manusia. 

Namun, ada poin penting bahwa tidak semua inovasi negeri yang menduduki urutan ketiga dalam daftar pengekspor makanan ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh negara di belahan dunia karena berbagai faktor, baik itu masalah budaya, ketersediaan bahan baku, perbedaan sumber daya manusia, atau masalah geografis. Walaupun beberapa dari inovasi itu bisa dimanfaatkan, namun pada akhirnya dengan berbagai alasan yang ada, menyebabkan itu sulit terwujud. Misalkan saja pemanfaatan kincir angin pada awal abad ke-13, yang awalnya difungsikan sebagai bantuan tenaga mekanik bagi manusia, lalu menjadi pembangkit tenaga listrik. Ini agak sulit dicontohkan di negara lain karena salah satu faktor ialah perbedaan kekuatan dan arah angin, dimana kekuatan angin di Belanda rata-rata 18km/jam. Jauh jika dibandingkan dengan Indonesia dengan kekuatan angina hanya rata-rata 12 Km/jam.

Dibalik semua itu ada beberapa inovasi Belada yang justru sangat mempengaruhi kemajuan umat manusia di seluruh dunia, salah satunya ialah WiFi dan Bluetooth. WiFi dan Bluetooth merupakan teknologi nirkabel yang menggunakan gelombang radio frequency (RF) – gabungan medan listrik dan medan magnet  untuk menciptakan jaringan. Walaupun sekilas terlihat mempunyai fungsi yang sama karena memanfaatkan frekuensi radio ISM  (Industrial, Scientific and Medical) 2.4 GHz (antara 2.402 GHz sampai 2.480 GHz), tetapi keduanya mempunyai perbedaan yang mendasar.

Bluetooth pertama kali diperkenalkan oleh salah satu brand elektronik besar dari Swedia yaitu Ericsson. Ericsson Mobile Communication ini membentuk Tim riset yang dipimpin oleh Dr.Jaap Haartsen dari Belanda dibantu rekannya Dr. Sven Mattison dari Swedia untuk pengembangan teknologi dibidang mobile communication. Jaap dalam risetnya ingin mencari alternatif lain cara mentransfer data selain menggunakan kabel, dan akhirnya menemukan Bluetooth di tahun 1994 dengan memanfaatkan frekuensi radio berdaya rendah. Atas penemuannya ini, Jaap Haartsen dinominasikan dalam The European Investor Award 2013, ajang tahunan bergengsi yang diadakan European Patent Office. Penghargaan ini ditujukan kepada para penemu yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap inovasi baru, perkembangan ekonomi, dan kemasyarakatan Eropa.



Sumber : http://www.rogeriodemetrio.com/2014/07/tecnologia-bluetooth.html



Namaya terisnpirasi dari sebuah legenda yang dimulai dari seorang raja Denmark pada abad ke-10 bernama Harald Blatand. Di Inggris ia di juluki Harald Bluetooth karena kegemarannya memakan buah blueberry yang menyebabkan giginya biru kegelapan. Sedangkan logo Bluetooth berasal dari singkatan nama Harald Bluetooth yaitu huruf H dan B dalam. Ia terkenal karena berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang seperti Swedia dan Norwegia yang dianalogikan fungsi Bluetooth sebagai pemersatu antara peragkat satu dengan yang lainnya.



Sumber : http://technovally.com/now-a-days-bluetooth-stickers-to-help-track-down-missing-objects/



Wi-fi adalah kependekan dari Wireles Fidelity. Menggunakan jaringan nirkabel lokal dengan spesifikasi IEEE 802.11. Adalah Victor Hayes, seorang dengan julukan “Bapak Wifi” yang mulai pada tahun 1998  menerima banyak peghargaan atas karyanya yang digunakan hampir diseluruh penjuru dunia. Ia lahir di salah satu kota besar negara kita tercinta, Indonesia, yaitu kota Surabaya, 31 Juli 1941, dan dipulangkan kembali ke Belanda pada tahun 1950 bersama keluarganya. Salah satu penghargaan terbesar yang  ia dapatkan adalah “Trophy Vosko”, dari pemerintahan negaranya, Belanda, sebagai pengakuan atas karya dan timnya yang mengarah pada keberhasilan Wi-FI (IEEE 802.11).

Sumber : http://www.xda-developers.com/enhance-your-wi-fi-experience-with-wifi-better-battery/

Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/50c711d80c75b41c0300004e/bapak-penemu-dari-teknologi-wi-fi-tibakne-arek-suroboyo-vic-hayes




Dr.Jaap Haartsen dan Victor Hayes adalah dua dari sekian banyak manusia berdarah negeri Belanda yang namanya besar atas keterampilan, kreativitas, dan kerja keras yang menghasilkan sebuah inovasi luarbiasa dalam membantu kemajuan manusia sekarang ini. Pada awalnya Bluetooth dan Wifi hanyalah keperluan dalam elektronik tertentu baik itu Handphone, PC, dan Laptop. Namun kita mulai banyak menemukan berbagai peralatan dalam hidup keseharian yang memudahkan manusia dengan memanfaatkan Bluetooth dan Wifi, seperti  kamera, lampu, alat musik, remote, pintu otomatis, handycam, scan, print, mouse computer, charger, hingga perlatan kedokteran, dan masih banyak manfaat yang lainnya. Dan yang pastinya penemuan ini akan terus berkembang dan membuat berbagai manfaat baru lainnya.


Terima kasih Dr.Jaap Haartsen, Terima kasih Victor Hayes, Terima kasih BELANDA.


Sumber : http://www.brandongellis.com/positionpapers/


\



Referensi

http://www.computer.org/web/awards/karlsson-victor-hayes;jsessionid=a3b352a967a3078643c9962d499f


Sabtu, 31 Januari 2015

Bob Sadino

Siapa yang tak kenal Bob Sadino. Ia adalah salah satu entrepreneuer sukses di Indonesia dengan cirikhas gayanya selalu mengenakan celna pendek kemeja lengan pendek dan sesekali tampil dengan topi koboynya. Di lahirkan di


Tanjungkarang, Lampung 9 Maret 1933. Nama belakangnya diambil dari nama ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19. Pada saat itu Bob mewarisi seluruh harta warisan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya, karena saat itupula 4 kakak Bob dianggap sudah mapan, mengingat Bob juga merupakan anak bungsu.

Bob menghabiskan sebagian dari hartanya untuk keliling dunia, dan berhenti ketika ia ke Belanda dan menetap disana kurang lebih 9tahun. Disana Bob mulai merintih karirnya dan bekerja di  Djakarta Lylod di kota Amsterdam. Persaingan didalam pekerjaanya memang sulit, namun dengan karakternya yang periang dan supel ia mampu bersaing dengan baik.  Soelami Soejoed adalah wanita asal Indonesia yang berada di Belanda, ia sosok perempuan yang berhasil membuat Bob jatuh cinta dan akhirnya menikahinya.

9tahun berada di negara orang membuat Bob dan istrinya rindu akan Indonesia, dan memutuskan melanjutkan kehidupan di Indonesia tahun 1967.  Awalnya pria berzodiak pisces ini bekerja sebagai karyawan di PT.Unilever Indonesia, dan berhenti setelah merasa pekerjaan karywan tidak cocok untuknya. Bob membawa 2 mobil Mercedes hasil dari kerja kerasnya di Belanda. Satu di jual untuk membeli Rumah di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing dan satunya lagi dijadikan taxi, dimana Bob sendiri yang menjadi sopirnya. 

Semua berubah ketika suatu hari mobilnya ia sewakan dan terjadi kecelkaan. Mobil itu hancur, dan saat itu sangat mahal bagi Bob untuk memperbaikinya. Menyebabkan keluarganya kehilangan pendapatan. Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan denganupah Rp100/hari. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ''Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.''

Semua berubah ketika ditengah situasi depresi yang ditimpa Bob, ia menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dengan cara menjual dari pintu ke pintu. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Karena hal inilah sering Om Bob dicibir orang sebagai “babu orang asing” atau pelayan orang asing.

Dari sinilah Bob dan keluarganya mulai bangkit. Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks, sebagai supermarket yang menyediakan bahan-bahan import di Kemang, Jakarta. Selain mengenalkan telur ayam negeri, Bob adalah orang pertama yang menggunakan perladangan sayur dengan sistem hidroponik di Indonesia, yaitu budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanahBudidaya dengan cara hidroponik sama hasilnya dengan bertanam secara organik. Karena selama kebutuhan hara tercukupi, pastinya tanaman apapun akan menghasilkan buah yang optimal. Dan sistem hidroponik ini memiliki keuntungan tidak perlu repot menyiram tanaman. Sistem ini yang berkembang hingga sekarang.

Pasar swalayan Bob yang berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ''warung'' shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

Om Bob, yang akrab disapa bawahannya ini  memnjadikan bisnis dan perusahaanya seperti keluarga sendiri. Semua karyawan Kem Chicks harus saling menghargai, atasan menghargai bawahan dan bawahan menghormati atasan. Tidak ada yang utama semua memiliki kekuatan dan fungsi.

Om Bob adalah penggemar berat musik klasik dan jazz. Ia juga sosok yang religius, dan menganggap momen paling indah dihidupnya ketika bisa sholat berjamaah dengan keluarganya. Tak lupa angka keberuntungannya '2121' yang bisa kita lihat dari nomor rumah dan plat mobilnya. .Mobil milik Bob yang jumlah sekitar 20 unit, semua memiliki nomor plat 2121. Selain nomor rumah, apartemen yang dibeli Bob juga mencerminkan angka 2121, yaitu di lantai 21 dengan kamar nomor 21. Rumahnya yang berlokasi di Cirendeu ini sudah lama sekali ditempati Bob. Kemungkinan rumah tersebut dipilih karena lahannya luas, sekitar 2 hektar, dengan luas bangunan sekitar 1.000 meter.

Setelah sempat dirawat selama dua bulan, pengusaha nyentrik Bob Sadino akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta pada hari Senin, tanggal 19 januari 2015 setelah berjuang dengan penyakitnya yaitu infeksi saluran pernafasan kronis. Sebelumnya Bob Sadino sudah tak sadar selama 2-3 minggu. Penyakitnya terkait dengan usianya yang sudah lanjut serta kondisinya yang makin menurun setelah istrinya meninggal dunia pada Juli 2014.

Selamat jalan Om Bob, sosokmu akan selalu dikenang sebagai tokoh yang banyak menginspirasi dibidang bisnis dan kewirausahaan

beberapa Kata-Kata Bijak Bob Sadino yang cukup terkenal, 

"Orang ‘goblok’ biasanya lebih berani dibanding orang ‘pintar’. Kenapa ??? Karena orang ‘goblok’ sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya orang ‘pintar’ terlalu banyak pertimbangan sehingga tidak melangkah-langkah."

"Sekolah terbaik adalah sekolah kehidupan, sekolah jalanan, sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya untuk mengeksplorasi dengan leluasa seluruh potensinya yang ada padanya"

"Orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus merekrut orang pintar. Alhasil orang bodoh tadi jadi bos nya orang pintar"

"Orang pintar belajar keras untuk mendapatkan ijazah dan secepat mungkin melamar pekerjaan. Orang bodoh berjuang keras secepatnya mendapatkan uang, agar bisa membayar pelamar kerja"

"Anda berpikir seribu mil, wah pasti terasa jauh. Sedangkan saya tidak pernah berpikir karena hanya melakukan selangkah saja. Ngapain pakai mikir kan hanya selangkah"


Senin, 26 Januari 2015

CEMAS


Aku menyadari bahwa selalu ada jalur pada pemikiran, jalur sudut pandang, jalur bias lingkungan dan pengalaman yang terbentuk sendiri pada setiap kepala, atau bahkan itu tidak ada. Pemaknaan ini dihalangi bahasa yang tidak sanggup menampungnya, atau hanyalah kosakata pribadi yang tidak kuketahui, atau bahkan susunan huruf dan kalimat yang masih acakan, abstrak, tidak tercapai. Penyadaran ini hanyalah pembatas melampiaskan. Aku berterimakasih pada pencipta bahasa, bunyi dan lagu, puisi, gerak tubuh, otak-otak yang lain, serta Tuhan yang membantuku untuk melakukan pengungkapan. 

Belakangan ini begitu banyak cemas menghampiri. Cemas ini seolah datang pada masa-masa yang menurut orang adalah sebuah fase. Keadaan yang menurutku juga menakutkan ketika terlibat dalam arus yang terkesan  seolah agak soksok-an, atau hanyalah persepsi yang menjadi-jadi.

Aku merasakan betul berada dalam fase ini, fase anak kuliahan, fase dimana pertanyaan kecil dan besar, sederhana  dan rumit, labil dan kompleks, eksistensi dan murni terus mengalir baik pasif dan aktif, terjawab dan tidak terjawab, terabaikan dan memusingkan. Dunia menjadi teka teki rumit. agama, politik, struktur, sistem, sains, metafisika dan yang lain sungguh tak bisa kujamah. Citra, simbol, konsep, sepertinya tak punya realitas esensial pada dirinya sendiri, sekedar representasi alam material yang nyata. pikiran, kesadaran, jiwa adalah propertis dari alam indrawi dan dinamika saraf. Kebahagiaan adalah kadar dopamine, depresi adalah serotonin disimpul syaraf, gelisah adalah acetylcholine di hippocampus. Dan yang menarik itu semua tidak salah amat

Aku rasanya belum sempurna seAku-aknya, Aku masih berproses menjadi Aku, Aku yang terus dibenturkan oleh lingkungan sekitar dan juga cara, pola, serta pemberian Tuhan yang terus berproses. Menyadari bahwa Aku yang tertulis, kusebutkan, dan kusebutkan bukanlah Aku yang murni, belum lagi jiwa yang sepertinya bersebrangan namun tetap berada pada jalur Aku, atau bahkan tidak. Jiwa yang  mengambang, membuat ruang kosong untuk isi-isian yang terus terganti oleh Liyan. Bebebrapa yang aku tuakan juga mengiyakan, memuntaahkan sedikit ceritanya,, membuat fase-fase baru. Belum lagi muntahan lebih jauh yang aku sebutnya fase umum oleh level selanjutnya. Aku menyadari betul petualangan fikiran, dan rasa ini bisa saja berbeda pada level yang lain atau stag, atau bercampur. Hanyalah pola yang semua manusia akan lewati, atau tidak semua karena pembatas kompleks. Hanya mencoba berimajinasi pada posisi level selanjutnya yang tidak mungkin kulangkahi ketika belum waktunya. Sejauh apapun mencoba, saat ini Aku hanya terdiam di titik ini, pada level ini. Akan kuyakini waktu yang sebenar-benarnya waktu akan menjawab dengan arah yang tidak kuketahui darimana datangnya dan tidak akan kuketahui kapan berpindah. Atau semua itu tidak ada.

Idealisku mulai kupermainkan, kudesain, kurangkai, kadang ambruk, berantakan, bahkan lenyap sekilas. Mencoba melakukan posisi netral pada setiap posisi yang kusadari betul itu akan sungguh rumit bahkan tidak mungkin. Hanya bisa merasa bahwa setiap titik di perjalanku menjadi titik tengah. berada antara yang kaya dan miskin, pintar dan belum pintar, bodoh dan tidak bodoh,  baik dan belum baik, bahkan idealis dan belum idealis. Padahal titik itu sebenarnya masih jauh lebih banyak dari jangkauanku sendiri. titik kaya dan miskin, titik kaya sekali dan kaya, miskin sekali dan miskin, titik ditengahnya lagi yang tak berujung. Bahkan Pandanganku akan posisi netral bisa saja hanyalah sudut pandang pada titik yang jauh dari titik tengahku sekarang. Titik dimana aku sedang bergantung, dan melayang. Dan kupastikan itu bukanlah titik tengah sepenuhnya, sempurna. Semua orang bisa menganggap dirinya berada pada titik mana saja, dan Aku melakukan hal yang sama.

Dalam beberapa lontaran argumen, pendapat, ataupun pertanyaan, Aku menyadari betul bahwa itu murni kelabilan dan rasa ingin tahulu yang masih ingin. Soe Hok Gie adalah bentuk nyata yang masih kuagungkan. Hanyalah kata "aktivis" dan "idealis" yang kadang menghiperbola keadaan, suasana, dan pemaknaan. Melunturkan kemurnian jiwa yang ingin bersuara atau hanya berbisik atau bahkan berteriak. Namun pada posisi ini, lagi-lagi terdapat fase baru, fase yang kubuat sendiri pada titik yang tidak kuketahui dimana letaknya. Fase yang seolah menjadi lawan, tersingkirkan, menyendiri, sok, atau biasa. 

Kecemasan ini sepertinya lebih dari kecemasan, ada banyak bisikan dari luar dan dalam yang memisahkan seluruh rasa dan entah dimana mereka bersatu tercampur aduk. Cemas sebagai fese, titik, atau entah apa namanya. Ada rindu, kecewa, harapan, gelisah, bahagia, nikmat, santai, tegang,bahagia, marah, sepi, ramai dan rasa abstrak lain. Semuanya bersuara. Belum lagi pada hamparan dunia materialistik didepanku yang berbahasa beda. 

Dan ternyata Aku tidak sendiri disini, hanya merasa. Cemas hanyalah cemas yang kuyakini akan berpindah pada dualismenya. Aku disini dengan air dimata dan Aku siap



 
biz.