Minggu, 25 Oktober 2015

Butiran Dalam Hening

Butiran hangat dalam terpaan yang terabaikan

Turut merasa, jauh dalam lubuk hatinya

Merindukan rintik hujan, juga dinginnya malam

Agar menetap , tak perlu berkelana lagi

Tapi waktu singgah tuk menata jarak,

juga tuk merencana

Dan jika hening mampu terlalui

maka hujan kan datang, dengan indahnya

oleh : nanda
Makassar 24 okt 2015


Sabtu, 03 Oktober 2015

SUNYI

Suatu malam aku diserang segerombolan fikiran pada jam sempit sebuah refleksi. Baru kusadari mereka adalah "Aku yang dulu" telah berhasil menemukan kunci penjara yang baru pula kusadari menjadi beban selama ini. Ia merasuki diriku, menggerogoti rasaku, merampas malam ku. Kemudian imajiner imajiner muncul menasehati diriku, mencoba menuntun diriku. Siapa diriku sekarang ini? Aku dengan penuh sesal mulai tersendak haru. Aku betul betul di ambang jurang ketakutan. Aku coba kembali ke sekarang, menggesek diri pada hari hari seperti biasa, namun aku semakin sulit bernafas, "Aku tidak mau dipenjarakan lagi" kata Aku pada ku. Aku butuh pelukan sekarang. Hutan ini begitu lebat menutupi cahaya tempat Aku tersesat di penjarakan. Pohon mulai bersuara, "jangan nangis manja! Hanya bernafas kemudian mati" 

Tuhan yang baik, menuntun aku ke Aku yang dulu. Bisikannya halus penuh kasih sayang. Dia masuk melalui apa saja dalam kacamata rasa. Menyadarkanku dari koma. "Jangan takut sayang, lihatlah aku tidak pernah meninggalkanmu walau sekejap. Sayangku, peganglah hatimu, rasakan betapa hangatnya semua, betapa engkau adalah hamba yang kutitipkan banyak hal. Aku memberikan mu hadiah malam itu. Hadiah yang bisa kau bentuk menjadi apa saja" 

Makasih Tuhan, sekarang aku berpindah. Kurangkul Aku yang dulu. Berjalan bersama, tertatih.. tapi penuh damai.


Disini, mulai kubuka berkas realitas jejak Aku yang dulu. Air mataku hampir saja menetes saat kusadari terlalu jauh kutinggalkn dirinya. Paadahal ia adalah jalan finish dalam arena ini. Aku berjanji akan mengejarmu mulai hari ini, dan mohon libatkan aku pada jalan mu. Dengan bersama, kita akan menjadi bahagia di akhir sana.

Aku dapat bisikan ini dari Aku yang dulu. dan Aku ingin membaginya...
Seluruh manusia sejak awal adalah satu kesatuan manusia seutuhnya yang mencoba menerjemahkan seluruh diluar dirinya dan juga dalam dirinya. Kita hari ini adalah jalur tertinggi dalam perjalanan panjang itu. 

Kata Aku yang dulu, kita hari ini masuk pada kehilangan kemanusiaan. Kita selalu secara tidak sadar mencoba memutuskan estafet perjuangan itu. Kendala paling besar adalah jam jam refleksi merenung kini tidak lagi dianggap sebagai suatu aktivitas. Kesunyian menjadi kenaifan bagi kita. Lihatlah bagaimana kita berlomba lomba meninggikan teknologi untuk mengurangi aktivitas kemanusiaan (renungan-reflektif). Teknologi terus mencari celah agar kesunyian dalam dunia, tempat ruang kemanusiaan itu berlangsung, mulai dipudarkan.


Hai hai, lihatlah kita menertawai sebuah kesunyian menjadi hal negatif. Kesunyian adalah patologi, kesunyian adalah kekalahan intelektual, kesunyian adalah kerendahan sosial, kesunyian adalah kemisteriusan, kesunyian adalah hambatan, kesunyian adalah manusia yang tak berguna. Hei.... lihat bagamana orang terdahulu memanfaatkan aktifitas sunyi sebagai pintu besar untuk merenung dan refleksi sebagai semestinya manusia.

Kesunyian berhasil menerjemahakan dunia perlahan, kesunyian menciptakan tari, kesunyian menciptakan musik, kesunyian menciptakan gagasan, kesunyian menciptakan ide, kesunyian menciptakan kedamaian, kesunyian berhasil mengontrol emosi, kesunyian membangun budaya, kesunyian membuat mandiri, kesunyian menciptakan lampu, mesin, robot, paradigma. Heiiii... lihatlah bagaimana kesunyian berhasil memberi ketentraman, kebahagiaan, kesunyian berhasil membawa sebuah peradaban besar, kesunyian menciptakan budaya yang beraneka, kesunyian adalah bagian dari manusia. Kesunyian adalah rumah asli bagi kita. Kesunyian menjadi pintu pertemuan dengan diri, dan Tuhan. Kesunyian adalah bagian dari semua. Ia menciptakan sebuah ruang yang mampu di tempati bersihggah, beristirahat, berimajinasi, berbagi, menenangkan, memberi energi memberi insight.

Stoplah memandang sunyi adalah kekosongan hina, stop lah bermain dengan waktu. Stop lah dulu dan lakukan sebuah kesunyian, lalu bentuklah semua. menurutku, Bisa jadi suatu saat ketika populasi manusia takterkendali lagi,Akan ada bisnis dimana tempat itu untuk melakukan aktivitas sunyi. Sunyi yang terkomersialkan. Aku juga yakin bahwa manusia saat ini sudah mencapai evolusi otak yang luarbiasa dan itu mumpuni menjadi manusia lebih cerdas. anak anak zaman ini hanya butuh ruang sunyi untuk merenung. merenunglah bagi yang belum merenung, merenunglah lebih bagi yang belum cukup merenung, dan bertindaklah bagi yang mempunyai renungan cukup. Maka lihatlah dunia akan menjadi lebih damai di banding hari ini

Sunyilah dan tetaplah waras

Selasa, 29 September 2015

KEMBALI

Secara samar pola terbentuk kokoh melewati waktu dalam kejatuhan pedih. Mengkonsepkan perlahan dengan pembelajaran keseluruhan aspek yang mampu walaupun makin besar sesuatu itu datang maka keterhausan menjadi berlebihan.

Imajinasi pun mulai menkonstruksi pola pada tingkat yang selalu meninggi. Realitas menjadi pudar, namun empiris akan selalu tetap menyentuh permukaan dunia. Manusia manusia membangun keseluruhan dirinya walaupun tak sadar.

Sungai deras mulai terlihat menjemukan. Lihatlah alirannya merobohkan semua. Membuat banyak ikan ikan kecil terjebak kenestapaan.
Akhirnya muncul manusia sebenarnya pada keaslian murni sifat manusiawinya, mengangkat skat pembatas.

Manusia lupa bahwa ternyata setelah semua menjemukan, ada tempat rumah kecil dalam hutan lebat hati yang abadi. Dia akan memberi senyuman terindah, terhangat, ternyaman ketika kukatakan semua ini ternyata hanya teka teki tak berbatas yang mampu diselesaikan jika saya bersama Dia. Manusia pada titik ini akan tidak mampu berbuat apa apa

Lihatlah ia mampu berubah menjadi semangat, spirit, ketahanan, kecerdasan, kesabaran pada diri ketika kita membalas "setiap dari semua adalah kebersamaan denganNYA" makasih pada hadiah jembatan dalam refleksi terdalam pada gesekan penuh rahasia

Malang, 30 sept 15


Minggu, 16 Agustus 2015

Tao Pingpong


Sekilas nampak terbesit sebuah kecemburuan ketika mengamati mereka yang merasakan benturan hidup pada titik ektrim. Keos hidup pada kenyataannya sudah menjadi hukum kehidupan yang masih dianggap hal yang harus dihindari, padahal cobaan itu sendiri bak bola pingpong yang di lemparkan pada dinding, semakin keras benturan maka semakin jauh lontaran bola itu. Maka berbahagialah kalian dengan pelajaran mendalam dalam gua kenestapaan. Hukum itu akan tetap berlaku. Nantikanlah hal hal besar akan menghampiri.

Aku berterima kasih pada Tuhan yang telah mempertemukanku dengan perempuan indah dan baik. Aku tidak sedikitpun menyangka akan mendapat pandangan-pandangan yang sebelumnya tak terlihat ketika kudapati diriku terlalu jauh mencintai dengan membawa beban ilusi dan kenanganmu hingga jauh, mendalam, menderita. Kisah singkat mu begitu berkesan. Aku tak mampu mengungkapkan terima kasih padamu yang telah menenggelamkan aku kedalam samudra kebencian hingga aku mampu melihat indah dan sejuk kehidupan bawah laut. Aku sangat bersyukur pernah memendam kenangan pahit dan terjebak pada jurang kegelapan yang kau gali untuk membantuku menyadari betapa pentingnya ketenangan pada ruang sunyi. Sadarku pada suatu malam mengetuk, memperlihatkan betapa bodohku untuk terlalu jauh memaknai semua. Memaksakan api keruntuhan moral mengusik pada diam tersunyi. Satu perempuan kawin dengan pemikiran dan rasa berlebihan melahirkan sejuta warna.

Perlahan rasaku mulai tersenyum. Malaikat itu berbisik sebuah rahasia kecil. Lihatlah betapa baiknya Tuhan-Tuhan kebaikan bermunculan. Pemberian indra, perasaan, dan nalar memberi kemampuan kita melihat sesuatu secara utuh menyeluruh sebagai kebutuhan hakiki manusia untuk bersandar pada kekuatan besar. Kesombongan struktur, umat, dan teritorial lah yang membentuk palu besar mulai menghantam kemurnian. Terlalu angkuh dihadapan raksasa kebenaran, padahal sebagian besar ia terlahir dari empirik.

Cinta kebebasan mulai menghiasi. Daun-daun mulai saling menyapa. Perjalanan ini adalah pertarungan melawan diri sendiri. Gerbang cahaya akan muncul pada niat, spirit, dan kecintaannya. Berperspektif satu arah adalah penjara sebenarnya. Judi hidup harus tetap dimainkan dengan melawan hukum arus hingga menjadi kreatif di pijakan anak tangga yang berujung pada tindakan penuh makna. Kita tak akan mampu memecahkan kekeliruan refleks selain menjadi dinamika.

Lihatlah bintang dan bulan malam hari, matahari pada senja, sejuk senyum sapa, kasih keluarga, indah perempuan, teman penuh warna ,bapak budayawan pengayom, pengetahuan sang jembatan, dan cinta Tuhan
Demi masa,

Trima kasih untuk semuanya

Jumat, 07 Agustus 2015

INDONESIA DI ANCAM BOM NUKLIR

7.8.15




Telepon satelit kepada peresiden terus berdering, memaksa desakan keputusan secepatnya dari berbagai bidang. Terutama TNI. Sudah seminggu belakangan ini kita mengalami ketegangan dengan Amerika akibat serangan besar-besaran warga papua terhadap PT.Freeport yang sudah berpuluh-puluh tahun mengerok Indonesia. Belum lagi warga lain diseluruh penjuru Indonesia ikut turun aksi menolak perusahaan asing yang secara tidak langsung menjajah. Kebijakan Ekonomi bebas betul-betul meprosotkan Indonesia keliang kemiskinan. Pengangguran melonjak tinggi. Berita utama di TV dan surat kabar hanyalah tentang peberontakan.

10 tahun sebelumnya

Sebuah kelompok super rahasia membicarakan hal super rahasia. Mereka adalah lingkaran orang super cerdas yang berada di Indonesia. Mereka membuat ruang pertemuan kokoh, indah, dan maju di sebuah wilayah bawah tanah pada salah satu hutan di Kalimantan yang pastinya sangat rahasia. Mereka bertemu setahun sekali selama sebulan membicarakan masa depan Indonesia. Ada dokter ahli seluruh penyakit baik hewan manusia dan bahkan tanaman. Ahli biologi, ahli fisika, matematika, geologi, filsuf, sipil, elektro, computer jaringan, petani, pelukis, pemusik dan ahli-ahli bidang lain yang mampu melakukan sama baiknya di bidang berbeda sekaligus.

Salah satu pertanyaan akhir di ajukan dalan pertemuan besar mereka adalah "Jadi apa yang harus dilakukan Indonesia? Mengingat permasalahan di Indonesia kian hari kian menjadi jadi dan bertambah banyak".

10 tahun kemudian,

Pihak PBB kini hanyalah boneka yang digerakkan oleh Amerika. Kekuatan Indonesia dan Negara pendukung hanyalah sampah busuk yang dihiraukan. Tidak ada jalan lain selain memaksa presiden Indonesia mengambil kebijakan wajib militer. Kekacauan kini melanda dalam dan luar negeri. Pertemuan tertutup pejabat kenegaraan dilakukan. Seluruh petinggi di TNI, Polri, dan juru ahli serta penasehat presiden membuat rencana. Dua hari yang lalu dunia di hebohkan dengan ancaman bom nuklir oleh pihak Amerika jika Indonesia tidak cepat memulihkan seluruh warga melawan perusahaan asing terutama dari Amerika.

1tahun sebelumnya

Lingkaran tim para gen gen cerdas mulai mempersiapkan sebuah ruang besar bawah tanah anti bom nuklir. Hanya butuh waktu satu tahun untuk mereka menyebarkan isu sehingga nantinya masyarakat menjadi kacau. Mereka hanya menyisakan diri mereka serta anak anak terpilih dari berbagai pulau diseluruh Indonesia. Kesimpulan pertanyaan tadi adalah “karena KKN dan keserakahan sudah mendarah daging, hanyalah Bom Atom yang mampu mematahkan generasi baru untuk bersih dan dapat membangun Indonesia menjadi lebih baik. Demi cita-cita masa depan itu, mereka menkonsep semuanya. Belajar dari pengalaman tahun 1945, Negara Jepang.

Ancaman itu betul nyata. Pesawat tempur berjumlah puluhan memenuhi atap Indonesia raya. Bom diluncurkan dan semua mati termasuk saya dan keluarga. Hanyalah orang terpilih dengan kekuatan fisik, mental serta kecerdasan yang membaja dapat bertahan dalam terowongan rahasia. Benar rencana tim rahasia bahwa umat manusia tidak akan menggunakan nulir sebagai penyelesaian. karena akan berdampak pada bumi.  Amerika masih menggunakan atom dengan daya ledak 10kali dibanding kota Hirosima.

100 tahun kemudian

Rapat PBB hanyalah boneka bagi Negara Indonesia. Suara Negara lain hanyalah sampah busuk yang tidak didengarkan. Indonesia mendapat ratusan penghargaan di berbagai bidang. Separkbola, beladiri, Negara teraman, Negara terbersih, Negara terhijau, Negara teraman, dan penghargaan lain.


5tahun kemudian

Jauh disana, Negara Zimbabwe membentuk lingkaran dengan gen-gen cerdas. Dalam sebuah terowongan bawah tanah super megah dan super kokoh. Salah satu dari mereka bertanya “Jadi apa yang harus dilakukan Zimbabwe? Mengingat permasalahan kemiskinan kian hari kian menjadi jadi dan bertambah banyak"

KIAMAT



FIKSI :)

MUSE THEORY 1 : GEN KESEDIHAN

5.8.15



Hari apapun rasanya selalu berakhir menyedihkan, entah apa alasannya mungkin Aku sudah terlahirkan dengan gen-gen kesedihan. Semua dapat kurubah menjadi sebuah kesedihan, Pun kebaahagiaan. Ini kusadari berlangsung normal. Jika Tuhan yg menciptakan malaikat untuk beribadah, saya pastilah kaum yang diberi mandat untuk membagi dan menceritakan kesedihan kepada umat manusia lain agar kebahaagiaan mereka mampu disyukuri lebih.



Dalam sebuah renungan kosong, kudapati jiwaku sperti ruangan besar gelap dengan beberapa skat, dimana masing masing skat terdapat lampu yang mampu meredup ataupun menyala terang sesuai apa yang dialami sang Aku.

Skat yang pertama adalah KEKARIBAN- ialah makhluk apa saja yang mampu menjadikan Aku berada, bereksistensi, mendapat pengakuan, tempat kembali, dan segala macam singgungan indrawi. Kekariban pada umumnya mampu hadir dengan manusia lain baik itu keluarga, sahabat, teman, pacar, istri/suami, dll. Tak perduli berapa banyak jumlah keakraban yang dijalin, namun yg pasti untuk dapat menyinari ruang jiwa pada skat ini, setidaknya ada satu yang mampu menusuk kekosongan mendalam wilayah jiwa ini. Indra bukanlah agen penentu siapa yang bisa dijadikannya pemicu cahaya, namun dengan jalan indra, jiwa mampu memilih suatu yang tepat untuk menyalakaan dirinya. Sikap empati dan sosial terbentuk dari keterangan skat ini. Kekariban tak lepas pula pada teori perkembangan. Dimana setiap fase pada akhirnya memerlukan kekariban yang berbeda.
           
Skat kedua adalah PENGHARAPAN-ialah wilayah tempat bergantungnya motivasi perilaku. Untuk menyalakan lampu jiwa ini, dibutuhkan gantungan pengharapan pada apa saja yang mampu memberi Aku harapan. Ia bersifat universal. Pengharapan terbagi dua yaitu pengharapan kecil dan besar. Pengharapan kecil adalah anak.anak tangga kecil yang membuat Aku dan jiwanyaa tetap melangkah maju. Pengharapan besar mampu di ibaratkan sebagai pengharaapan terakhir yaitu Ketuhanan.

Skat ketiga adalah MEMPERASAKAN-ialah gudang rasa yang harus dirasakan oleh jiwa dan indra. Ia adalah dualisme rasa. Baik sedih bahagia, susah mudah, berhasil gagal, naik turun, manis pahit dan masih bnyak rasa fisikli dan jiwa. Semakin banyak rasa yang pernaah terasa dengan dualisme nya maka semakin terang jiwa pada skat ini.

Aku sebaiknya memberi pemicu cahaya pada skat di setiap wilayah jiwa. Semuanya bisa di bantu dengan pengembangan dan penyempurnaan dengan adanya teori psikososial oleh Eric Erikson dan tingkat kebutuhan oleh Maslow.


Ketika Aku belum bisa menerangkan atau bahkan menyalakan ruang jiwa, bahkan pada salah satu skat jiwa. Maka Aku akan selalu merasakan ada kejanggalan yang sulit dijelaskan. Dengan demikian perlahan mulai kuketahui bahwa Kesedihanku menunjukkan jalan dengan menyalakan sekaligus beberapa skat jiwa

Kamis, 14 Mei 2015

JANGAN LUPA SENYUM


 Pagi itu berlalu begitu saja. Hari-hari berjalan cepat membosankan. Apa bedanya hari kemarin sama hari ini? Hambar. Jam perkuliahan terakhir dipaksa berhenti oleh kesibukan dosen yang katanya mau mengurus sesuatu lebih penting daripada mengajar dikelas. Padahal pembahasan mengenai Fase Kelahiran mulai menarik hati, membayangkan diri ketika suatu saat punya istri cantik beraut kesakitan karena kontraksi bayi di perutnya.

Kuayun malas kedua kaki sambil mencari sela kendaraan untuk menyebrang. Kedua tangan siap merapikan rambut yang selalu jatuh lemas dan menutupi mata. Menyusuri jalanan kecil batako samping gedung pusat yang hanya bisa dilewati satu pejalan kaki. Kadang saya mengalah pada dosen lain ketika mereka jalan bersebrangan di jalan yang sama.

Matahari menyengat, menembus dua lapis bajuku. Terasa tas kecil yang tergantung di pundak kiri mulai memberat. Tiba-tiba sebuah mobil sedan gelap lewat lambat sebelah kiri. Kaca mobil terbuka dengan cepat. Ada suara akrab bak sahabat mendengung “Uci……!!” . Kepalaku mengayun mencari sumber suara dengan tangan kanan mengayungk rambut ke atas karena jalan tunduk meresapi panas siang itu. “udah selesai kuliah?” katanya. “Iya pak” jawabku super singkat. “ohh…Ok Uci” responnya sambil melambaikan tangan kanan keluar kepadaku menandakan mobilnya akan melaju lebih cepat meninggalkanku. “hati-hati pak” dengan nada sedikit naik karena jarak mulai menjauh. Tangannya mulai mengepal sambil mengacungkan jempolnya, seolah berkata “OK”. Senyumnya tak pernah berhenti memberi cahaya dijiwa. Baru kudapati senyum tulus seperti itu sejak bangun lemahku di pagi buta.

Memang agak lebay. Namun saya merasakan betul ada sebuah kerendah hatian seorang dosen. Mungkin bagi orang dengan lingkungan penuh senyum, itu tidak berarti apa-apa. Namun posisiku dengan lingkungan monoton merasakan kenyamanan berarti. Ini sama saja dengan kita jika  tiap hari makan pizza misalnya akan biasa saja  dibanding jika keseharian kita makan tempe tahu dan tiba-tiba dapat makanan seperti pizza. Tidakkah itu member  kenyamanan lebih yang luarbiasa?

Namanya Drs. Wahyu Widodo, S.Psi, M.Ag , yang akrab di sapa pak Wahyu. Ia mengajar sosiologi dan filsafat manusia di F.Psikologi Univ Merdeka Malang. Ia orang yang santun dan terlihat bijaksana. Saya hanya tidak menyhangka ia mau menyapa saya di tengah jalan dan bertanya basa basi plus senyuman tulus kepada ku. Sebelumnya tak pernah kujumpai dosen sedermawan dia.

Makasih pak, dari kejadian singkat itu saya belajar banyak bahwa ternyata sapaan dan senyum dengan hati yang tulus bisa memberi kesan menakjubkan jika dilakukan kepada siapa saja tanpa mengenal usia, jabatan, gender dan lainnya.

Jangan bandingkan dengan kalian yang sudah sering mendapat sapaan tulus dari orang lain apalagi dosen. Jiwaku disini tidak. Makanya momen ini kutulis dengan harapan rasa ini tersampaikan bahwa “senyum dan sapaan itu tidak hanya sekedar ibadah” lebih dari itu. Hariku saat itu berubah senyum dan sapa mulai kulontar kepada bapak yang jaga parkiran, bapak tukang kebun, ibu yang jualan, ibu pembantu sebelah rumah, bapak penjual bakso, teman-teman, dan orang lain yang kutemui.


Juga perempuan cantik disana. Jangan lupa BAHAGIA, jangan lupa SENYUM  

 
biz.